Berikut adalah beberapa cara agar Kita dapat menjadi Bijaksana
01. Belajarlah dari pengalaman. Ini mencakup pengalaman positif
maupun negatif. Biarlah penderitaan dan kesalahan itu menjadi gurumu,
ingatlah bahwa kesalahan itu mengajari kamu hal-hal yang tidak efektif
agar kamu menemukan hal-hal efektif. Biarlah penderitaan mengajari kamu
kesabaran, belas kasih kepedulian dan kerelaan berbagi dengan sesama.
Renungkanlah hal-hal yang terjadi padamu dan hal-hal yang kamu perbuat.
Terimalah tanggungjawab atas pilihan-pilihan yang kamu buat dan
konsekuensinya.
02. Kembangkanlah pikiranmu. Belajar tidaklah berakhir pada usia 17
atau 20 atau 30 atau berapapun kamu berhenti sekolah. Belajar adalah
seumur hidup. Peliharalah pikiran yang terbuka terhadap informasi baru
dan sikap mau diajar. Carilah pengetahuan, ide-ide,
kebudayaan-kebudayaan dan beranikanlah dirimu mengunjungi tempat-tempat
yang belum pernah dikunjungi
03. Rawatlah tubuhmu. Kamu tahu bahwa sehat itu penting. Makanlah
makanan yang bergizi, tidurlah yang cukup dan berolah ragalah secara
teratur, jagalah kebersihan tubuhmu dan hindarilah kebiasaan-kebiasaan
yang merusak seperti merokok.
04. Peliharalah rohmu. Batinmu membutuhkan pemeliharaan juga.
Berikanlah makan kepada rohmu dengan membaca alqurÂ’an, mempelajari al
Quran, banyak-banyak berdzikir
05. Kenalilah dirimu sendiri dan kamu dapat menjadi apa. Ikutilah
hobi dan minatmu, telaÂ’ahlah dan kembangkanlah bakatmu. Mengenali
dirimu sendiri juga berarti mengakui serta menerima
keterbatasan-keterbatasanmu. Kalau kamu tidak suka main sepakbola dan
tidak pandai memainkannya, janganlah merasa bersalah kalau tidak
bergabung dengan tim sepakbola. Sebaliknya kalau kamu suka main sepak
bola dan pandai memainkannya, belajarlah. Mintalah tolong dan
berlatihlah.
06. Yakinlah akan harga dirimu. Janganlah mengandalkan penerimaan
orang lain. Kuasamu berasal dari dalam. Janganlah mengandalkan orang
lain untuk menggerakkannya, jadilah penggerak diri sendiri.
07. Carilah dan bangunlah hubungan dengan sesama. Bagaimana kamu
berhubungan dengan sesama adalah tergantung kepada bagaimana kamu
berhubungan dengan dirimu sendiri. Kalau kamu terima dan kamu hargai
dirimu sendiri, akan lebih mudah menerima dan menghargai sesamamu.
Kenalilah orang-orang lebuh dekat di rumah, di sekolah, di lingkungan
dan di komunitas. Bersedialah belajar dari mereka. Mungkin kamu temukan
bahwa orang-orang dalam kehidupanmu sehari-hari, orang tuamu, bibi, atau
pamanmu, kakek-nenekmu, tetangga sebelah rumahmu, guru, sahabat
terbaikmu, pemimpin kelompok muda-mudimu itu penuh hikmat.
08. Carilah dan bangunlah hubungan dengan dunia. Seluruh alam
menghasilkan music bersama-sama, seperti anggota sebuah orchestra. Orang
bijak adalah mereka yang mengikuti irama alam, irama cuaca, hewan dan
makhluk-makhluk di dunia. Belajarlah berbagi, menyeimbangkan dan hidup
bersama alam. Ini berarti kamu tidak sembarangan menembak burung dengan
senapan anginmu yang baru. Kamu hormati hewan dan makhluk hidup lainnya
disekelilingmu
09. Kembangkanlah intuisimu. Kalau kamu intuitif, kamu dapat
menangkap perasaan, kepercayaan, keinginan dan kebutuhan sesamamu. Tidak
semua orang itu intuitif secara alami, tetapi kamu bisa berlatih agar
lebih intuitif. Salah satu caranya adalah dengan membayangkan bagaimana
perasaan orang lain. Tempatkanlah dirimu sebagai mereka, berjalanlah
dengan sepatu mereka
10. Gunakanlah akal sehatmu. Seringkali, akal sehat itu hanyalah soal
berfikir sebelum bertindak-menarik apa yang sudah kamu ketahui tanpa
harus berfikir keras. Akal sehat itu tidak canggih, tidak mendalam. Akal
sehat mengatakan janganlah kamu berjalan ke depan mobil yang sedang
melaju. Akal sehat mengatakan tutuplah jendela ketika turun hujan. Akal
sehat mengatakan bahwa kamu sendiri tidak suka dikatai atau diganggu,
orang lain pun tidak senang
11. Buatlah rencana dan ambillah keputusan berdasarkan keadilan dan
kebenaran. Bersikaplah toleran terhadap orang lain dan ide-ide mereka.
Cobalah untuk tidak menghakimi mereka. Kumpulkanlah sebanyak mungkin
informasi sebelum membentuk pendapat
12. Cobalah melihat ‘gambaran besarnya’. Kalau kamu bisa membayangkan
seperti teka-teki itu setelah jadi, akan lebih mudah kamu memasangnya.
Contoh kamu mengerti bahwa semua orang butuh dikasihi dan diterima. Kamu
tidak bisa menjangkau individu-individu di sekelilingmu ; orang dari
segala usia, ras, agama, kebudayaan, ukuran, bentuk dan seterusnya.
Melihat gambaran besarnya juda berarti kamu lebih siap menghadapi
kejutan dan kemunduran. Kamu bisa melihat angin ributnya sebelum awannya
muncul
13. Bersikaplah fleksibel dan mampu beradaptasi. Ketika kakekmu masih
muda, mungkin ia menekuni pekerjaan atau karir yang itu-itu juga seumur
hidupnya. Kamu mungkin perlu berganti karir tiga, empat kali seumur
hidupmu. Sekarang dan dimasa mendatang, orang yang sukses adalah orang
yang berubah, belajar dan bertumbuh. Bersikaplah terbuka terhadap
ide-ide baru
14. Bersedialah menunda keinginanmu. Kamu perlu menunggu hingga kamu
cukup umur sebelum hal-hal tertentu kamu miliki dan kamu perbuat-membeli
mobil, pulang larut malam, membeli apartemen dan sebagainya. Anak-anak
yang tidak sabaran mendapatkan apa yang mereka inginkan itu mungkin saya
mencuri, berhenti sekolah atau minggat. Orang dewasa yang tidak dapat
menunda keinginnannya mungkin saja membeli rumah yang melampaui
kesanggupan mereka. Kalau kamu bersedia bekerja keras, mambangun
keterampilan yang kamu butuhkan dan menantikan saat yang tepat kamu bisa
mendapatkan hal-hal baik yang kamu inginkan dan itu adalah bagian dari
hikmah
15. Beranikanlah diri mengambil resiko atau tampak konyol. Agar
menjadi bijaksana, kamu membutuhkan keberanian untuk memandang segalanya
dari sudut yang berbeda dan menentang ide-ide yang sudah diterima serta
cara-cara mengerjakan segalanya yang sudah terbiasa. Terkadang, orang
mungkin saja mengolok-olok kamu. Christoper Columbus tampak konyol di
mata bangsa Eropa ketika ia menangtang ide bahwa ia akan jatuh di ujung
bumi seandainya ia berlayar terus ke barat.
16. Memberi dan menerima. Orang bijak mau menerima bantuan sesamanya
dan juga mengulurkan tangan membantu sesamanya sementara mereka
sama-sama menaiki tangga kehidupan
Semoga bermanfaat. Terima kasih
No comments:
Post a Comment